Guru MIS Miftahul Jannah Bantah Keluarkan Murid, Jelaskan Kronologi Dugaan Bullying dan Proses Mediasi

Muhammad Yazid Nasution menyebut persoalan bermula dari laporan wali murid terkait ejekan antarsiswa. Ia menegaskan siswa tidak dikeluarkan dan langkah sekolah merupakan bagian dari pembinaan.

Muhammad Yazid Nasution, Guru Tahfiz sekaligus Wakil Kepala Madrasah MIS Miftahul Jannah, saat memberikan klarifikasi terkait dugaan bullying yang melibatkan siswa di lingkungan sekolah, Rabu (2/9/2026). (medan.kedannews.co.id/Foto: Ist)

Babinsa Bantah Tak Berpihak

Menanggapi beredarnya di pemberitaan yakni pernyataan orang tua siswa yang menyebut tidak mendapat pembelaan atau keadilan dalam proses mediasi, Babinsa Denai, Serda Nur Ali, menegaskan pihaknya tidak berpihak kepada sekolah maupun wali murid. Menurutnya, Babinsa hanya berperan sebagai penengah untuk mempertemukan kedua pihak dan mencari jalan keluar.

“kami dalam mediasi itu tidak berpihak ke salah satu pihak kita kan penengah mediasi itu kan sifatnya klarifikasi di antara 2 pihak yang bergejolak yang ibu itu keberatan ini yang sekolah keberatan ini jadi disitu tidak ada solusi kita kan hanya menjembatani, kita kan tidak bisa berpihak kiri kanan,” kata Serda Nur Ali.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang dibahas dalam mediasi adalah biaya sekolah baru yang nilainya sekitar Rp370 ribu. Pihaknya sempat mengusulkan agar biaya tersebut dibagi dua, namun usulan itu tidak disepakati wali murid.

“kami siasati gimana 370 itu dibagi separuh tetapi ibu murid tersebut tidak dan tidak ada solusi serta tempuh jalur masing,” ujarnya.

Nur Ali menegaskan, karena tidak tercapai kesepakatan, pihaknya mempersilakan kedua pihak menempuh jalur masing-masing.

“kita kan gk berpihak salah satu pihak kita kan netral kita kan hanya cari solus aja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *