Guru MIS Miftahul Jannah Bantah Keluarkan Murid, Jelaskan Kronologi Dugaan Bullying dan Proses Mediasi

Muhammad Yazid Nasution menyebut persoalan bermula dari laporan wali murid terkait ejekan antarsiswa. Ia menegaskan siswa tidak dikeluarkan dan langkah sekolah merupakan bagian dari pembinaan.

Muhammad Yazid Nasution, Guru Tahfiz sekaligus Wakil Kepala Madrasah MIS Miftahul Jannah, saat memberikan klarifikasi terkait dugaan bullying yang melibatkan siswa di lingkungan sekolah, Rabu (2/9/2026). (medan.kedannews.co.id/Foto: Ist)

Menurut Yazid, arahan tidak hanya diberikan kepada satu siswa. Seluruh siswa di kelas juga diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, terutama dengan membawa-bawa nama orang tua.

“Kami menjaga supaya enggak ada lagi saling mengejek. Saya enggak mau lagi, Pak. Supaya pembelajaran itu aman di mana pun mereka berada,” katanya.

Tudingan Kekerasan Lain Disebut Tidak Diketahui

Selain dugaan bullying, Yazid juga menanggapi informasi mengenai dugaan tindakan kekerasan lain terhadap siswa hingga disebut mengalami sakit pada bagian dada.

Ia mengatakan tidak mengetahui persoalan tersebut. Menurutnya, ketika melakukan pemanggilan terhadap para siswa, informasi yang dibahas hanya berkaitan dengan persoalan saling mengejek.

“Kalau masalah yang itu saya enggak tahu. Kalau masalah yang dia ditumbuk itu, enggak tahu saya kabarnya,” kata Yazid.

Ia menambahkan, berdasarkan proses yang ditanganinya, para siswa telah saling memberikan maaf dan persoalan tersebut dinyatakan selesai.

“Cuma lagi terkait dengan yang saya panggil itu, Pak. Enggak ada menceritakan itu. Saling mengejek dan sudah saling memaafkan, Pak. Sudah aman semuanya,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *