
Dalam tausiah, Al Ustadz Drs. H. Amir Saleh Nasution, M.A. mengajak jemaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, terutama dalam membangun akhlak dan menjaga cara berkomunikasi dengan sesama.
Ia mengingatkan bahwa kemampuan berbicara merupakan karunia yang dapat digunakan untuk menyampaikan kebaikan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan apabila tidak dikendalikan.
“Dari lisan ini bisa lahir dua jalan. Bisa dari lisan lahir kebaikan, bisa lahir keburukan. Hanya tinggal kita memakainya, mau ke mana diarahkan,” katanya.
Pesan tersebut kemudian dipertegas dengan ajakan agar setiap orang mempertimbangkan perkataan sebelum menyampaikannya. Menurut Ustadz Amir, menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW.
“Salamatul insan bihifzil lisan. Selamat manusia kalau dia menjaga lisannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar candaan maupun komentar mengenai kondisi seseorang tidak disampaikan secara sembarangan. Sebab, perkataan yang dianggap ringan oleh seseorang dapat membuat orang lain merasa malu atau tersinggung.





