Keduanya menerima bantuan beras ketika dagangan balon yang mereka jajakan belum mendapatkan pembeli. Bantuan tersebut disambut dengan penuh haru dan kegembiraan oleh ibu dan anak tersebut.
Penyaluran bantuan kemudian menyasar Iskandar Syam, seorang pemulung barang bekas yang menggunakan sepeda untuk mengumpulkan barang-barang yang masih memiliki nilai ekonomi di kawasan Pulo Brayan, Kota Medan.
Iskandar menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut bantuan beras dari KSJ menjadi salah satu bentuk perhatian yang dirasakan secara langsung oleh keluarganya.
Menurut pengakuannya, selama ini ia belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program bantuan sosial lainnya.
“Baru bantuan beras dari KSJ inilah yang saya terima, kalo bantuan dari Pemerintah saya belum ada menerima padahal kemarin ada bantuan 3 goni beras bagi warga miskin di Kota Medan”, keluh Pak Iskandari sambil memeluk senang bantuan beras dari KSJ tersebut.
Kondisi yang ditemui dalam kegiatan tersebut menampilkan masih adanya kelompok masyarakat yang harus tetap bekerja di tengah keterbatasan ekonomi. Pemulung, penarik becak dayung, penjahit sepatu, hingga pedagang kecil di jalanan menjadi bagian dari kelompok pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian.






