MEDAN, medan.kedannews.co.id – Persoalan bantuan sosial hingga infrastruktur mendominasi sesi tanya jawab Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan Kota Medan yang digelar anggota DPRD Medan Fraksi PSI, Drs. Godfried Effendi Lubis, M.M., di Jalan Jermal Baru Ujung, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (15/08/2026).
Ratusan warga yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya mendengarkan pemaparan mengenai program pemerintah, tetapi juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Salah satu warga, Manulang dari Jermal Baru Lingkungan 3, mempertanyakan mekanisme perbaikan data agar dirinya yang telah berusia di atas 60 tahun dapat memperoleh bantuan PKH.
Persoalan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka meminta penjelasan mengenai pendataan penerima bantuan sosial, termasuk mekanisme pengajuan dan pembaruan data.
Godfried menjelaskan bahwa bantuan sosial memiliki skema yang berbeda. Ada bantuan yang berasal dari pemerintah pusat dan ada pula PKH Medan Makmur yang merupakan program Pemerintah Kota Medan.
Ia menyebut PKH Medan Makmur tahun 2026 memiliki kuota 10.000 penerima untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, keterbatasan kuota membuat penerima harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Selain bantuan sosial, warga Jermal Baru juga mengeluhkan persoalan banjir dan longsor di bantaran sungai.
Seorang warga menyebut persoalan longsor telah berlangsung berbulan-bulan dan mengancam area rumah warga.
Godfried kemudian meminta persoalan tersebut disampaikan secara tertulis agar dapat dibawa dalam pembahasan bersama BWS.
“gawainya pemko medan itu urusan BWS kita sudah lapor kita kesal juga sudah marah-marah kita karena itu sudah saya lihat karena Ibu sudah terus jadi rumah-rumah bisa tumbang jadi gini aja saya kira supaya lebih bagus Ibu suratin saja ke DPR kita panggil BWS langsung kita sidang aja kurang ajar ini.”
Keluhan lainnya berkaitan dengan lampu penerangan jalan. Warga menyampaikan adanya sejumlah titik lampu yang tidak menyala, termasuk di Jalan Air Bersih Ujung dan Jermal Baru.
Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan menyatakan laporan tersebut telah dicatat dan akan ditindaklanjuti.
Warga juga menyoroti kondisi jalan yang telah dibongkar tetapi belum segera ditutup kembali. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Godfried menyatakan persoalan tersebut akan dibawa untuk ditindaklanjuti dengan pihak terkait.
Selain itu, warga meminta perhatian terhadap akses air bersih, pelebaran gang dan kebutuhan rambu lalu lintas di Jalan Pelajar.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu tersebut ditutup dengan pembagian souvenir kepada para penanya dan warga yang hadir.






